Implementasi Spiritualitas Hati dalam Pendidikan Untuk Memulihkan Empati dan Kasih Di Lingkungan Sekolah
Keywords:
Hati, Empati, Kasih, Pendidikan Karakter, Budaya SekolahAbstract
Krisis empati di lingkungan pendidikan tampak dalam relasi yang formal, komunikasi yang kurang personal, perundungan, individualisme, dan orientasi sekolah yang terlalu berpusat pada capaian akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan praktik spiritualitas hati sebagai landasan relasi pedagogis yang berbelas kasih. Seminar dilaksanakan pada 22 Maret 2025 di Aula SMA Santo Antonius, Jakarta Timur, dengan Dr. Fransiskus Xaverius Marmidi sebagai narasumber. Kegiatan bertema Berkarya dengan Spiritualitas Hati dan melibatkan 96 peserta yang terdiri atas unsur yayasan, perpustakaan, guru dan tenaga kependidikan SD, SMP, serta SMA. Metode yang digunakan meliputi seminar edukatif, refleksi pengalaman, diskusi kasus, dialog kelompok, dan penyusunan komitmen pelayanan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih terintegrasi mengenai hati sebagai pusat relasi, pentingnya mendengarkan, komunikasi empatik, perhatian terhadap kebutuhan siswa, serta pembentukan budaya sekolah yang humanis. Distribusi peserta yang lintas unit memungkinkan penguatan nilai kasih pada tingkat kebijakan, administrasi, dan pembelajaran. Surat tugas, daftar hadir, berita acara, dan sertifikat narasumber memperkuat validitas pelaksanaan. Program ini menegaskan bahwa spiritualitas hati dapat menjadi pendekatan praktis untuk menghubungkan iman, kompetensi sosial-emosional, dan tanggung jawab pendidikan.






