Penguatan Budaya Kehidupan dan Pembelaan Martabat Insani Melalui Edukasi Moral dan Pastoral Kesehatan
Keywords:
Budaya Kehidupan, Martabat Insani, Bioetika Katolik, Pastoral Kesehatan, Paguyuban KesehatanAbstract
Budaya kehidupan merupakan orientasi moral dan pastoral yang menempatkan martabat manusia sebagai nilai yang tidak dapat direduksi oleh kepentingan utilitarian, teknologi, maupun efisiensi pelayanan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan pastoral, anggota Komisi Kesehatan, serta relawan Gereja dalam memahami martabat manusia, menilai persoalan bioetika, dan mengintegrasikan iman Katolik ke dalam pelayanan kesehatan. Program dilaksanakan pada 14-15 Juni 2025 di Catholic Center Pematangsiantar melalui diklat bertema Penguatan Seksi Kesehatan Paroki dan Pembentukan Paguyuban Kesehatan di Paroki. Kegiatan diikuti oleh 49 peserta dari berbagai paroki dan unit pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan mencakup seminar, diskusi kelompok terarah, studi kasus bioetika, refleksi teologis, workshop media digital, dan penyusunan rencana aksi pastoral. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemampuan peserta menghubungkan prinsip martabat manusia dengan praktik pelayanan, mengenali dilema etis, menyusun komunikasi pastoral, dan merancang penguatan seksi kesehatan paroki. Dokumen pelaksanaan berupa surat tugas, daftar peserta, dan sertifikat narasumber menguatkan validitas kegiatan. Program menegaskan bahwa edukasi moral yang partisipatif dapat memperkuat budaya kehidupan ketika dikaitkan dengan konteks pelayanan, refleksi iman, jejaring paroki, dan tindak lanjut yang terstruktur.






